INFOPENTING : KELENGKAPAN ISIAN PTK DI DAPODIK YANG WAJIB DIISI, TERKAIT TUNJANGAN : KLIK DISINI

Social Icons

Thursday, March 14, 2013

Yang Seharusnya diketahui oleh Operator Sekolah

JUMLAH ROMBEL DAN SISWA
1. Jumlah Rombel maksimal untuk
    a. SMP maksimal 24 rombel
    b. SMA/Ma maksimal 27 rombel
    c. SMK maksimal 46 rombel
2. Sekolah tidak diperkenanankan menyelenggarakan pendidikan 2 shift
3. Satuan pendikan yang memilik rombel lebih dari jumlah maksimal yang diperkenankan, mulai Tahun Pelajaran 2013/2014 hanya diperkenankan menerimasiswa baru sebanyak sepertiga jumlah rombel maksimal.
4. Jumlah siswa maksimal dalam setiap rombel (Permendiknas No.41 Tahun 2007) tentang Standar Proses)
    a. SD        : 28 orang peserta didik,
    b. SMP/MTs    : 32 peserta didik,
    c. SMa/MA/    : 32 peserta didik
    d. SMK/MAK    : 32 peserta didik
5. Guru yang pemengang sertifikat pendidik berhak diusulkan untuk mendapatkan tunjangan profesi apabila ia mengajar di satuan pendidikan dengan rasio minimal
jumlah peserta didik sebagai berikut :
    a. Untuk TK, RA, atau yang sederajat 15:1,
    b. untuk SD atauu yang sederajat 20:1,
    c. Untuk MI atau sederajat 20:1,
    d. Untuk SMP atau yang sederajat 20:1;
    e. Untuk MTs atau yang sederajt 20:1,
    f. Untuk SMA atau yang sederajat 20:1,
    g. Untuk MA atau yang sederajat 20:1,
    h. Untuk SMK atau yang sederajat 15:1, dan
    i. Untuk MAK atau yang sederajat 15:1,
6. Sekolah yang jumlah siswa dalam satu rombel tidak memnuhi rasio minimal tersebut harus mendapatkan persetujuan dari Kepala Dinas Pendidikan
7. Khusu SMK dalam satu kompetensi keahlian, jika ada satu rombel dan jumlah siswa tidak memenuhi jumlah rasio minimal, maka sekolah tersebut harus mendapatkan persetujuan dari Dinas Pendidikan

BEBAN MENGAJAR GURU
1. Beban kerja guru paling sedikit 24 (dua puluh empat) jam tatap muka paling banyak 40 (empat puluh) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu.
Mengajar : minimal 6 jam pada satuan pendidikan tempat tugasnya dan selebihnya dapat pada satuan pendidikan lain yang memiliki izin pendirian dari
Pemerintah atau pemerintah daerah (PP.74 th. 2008 pasal 52 ayat 3)
2. Beban kerja guru bimbingan dan konseling atau konselor minimal 150 orang peserta didik pertahun pada satu atau lebih satuan pendidikan
3. Guru hanya mengampu satu mata pelajaran yang sesuai dengan sertifikat profesi yang  dimilikinya.
4. Nama mata pelajaran pada setiap jenjang pendidikan sesuai dengan struktur kurikulum standar isi
5. Jumlah jam pelajaran seminggu untuk SD/MI = 28 jam, SMP = 32 jam, SMA kels X = 38, kelas XI dan XII = 39 jam dan dapat ditambah maksimal 4
jam seminggu dengan analisis rasional kebutuhan sesuai dengan KTSP dan  jadwal pelajaran, untuk kurikulum 2013 jumlah jam pelajaran maximal untuk tingkat SD/MI = 32,  SMP = 38, SMA = 40 dan tidak ada penambahan jamKhusus SMK jumlah jam pelajaran sesaui dengan struktur kurikulum SMKyang telah dianalisis untuk setiap SKKD (Permendiknas no, 22 Tahun 2006)
6. Lamanya waktu belajar setiap jam pelajaran untuk SD : 35 menit, SMP/MTs : 40 menit, SMA/MA/SMK : 45 menit dan tidak diperkenan dua shift.
7. Guru yang memenuhi jam mengajar 24 jam di sekolah selain satuan pangkal  administrasinya harus mendapatkan persetujuan dari kepala sekolah asal,  pengawas, kepala sekolah tujuan dan pengawas serta Kepala Dinas

TUGAS TAMBAHAN
1. Tugas tambahan (kepala sekolah, ketua kompetensi keahlian, kepala labor,  kepala bengkel, Kepala perpustakaan, dan jabatan lainnya) yang diakui ekuivalen sebagai jam tatap muka hanya yang dilaksanakan di sekolah pangkal.
2. Guru yang memiliki tugas tambahan sebagai kepala sekolah minimal  mengajar 6 jam tatap muka dalam satu minggu, atau 40 orang peserta didik bagi  yang berasal dari guru bimbingan dan konseling atao konselor.
3. Guru dan tugas tambahan sebagai wakil Kepala Sekolah, ketua Kompetensi keahlian, Kepala Labor/Kepala Bengkel, Kepala Perpustakaan, Ketua unit Produksi satuan pendidikan (PP. 27 tahun 2008 Pasal 15 ayat 3 huruf e), paling sedikit mengajar 12 jam tatap muka dalam satu minggu, atau 80 orang peserta didik bagi yang berasal dari guru bimbingan konseling atau konselor. Masing-masing kepala labor, Kepala Bengkel, Perpustakaan, Unit Produksi diakui  yang brhubungan dengan bidangnya.
4. Jumlah wakil kepala sekolah untuk SMP minimal 1 orang wakil, SMA/MA minimal 3 orang wakil, SMK minimal 4 orang wakil dengan jumlah maksimal tiap jenjangnya dengan rasio rombel dengan wakil,
    a. 1 - 3 rombel : 1 wakil
    b. 4 - 9 rombel : 2 wakil
    c. 10 - 15 rombel : 3 wakil
    d. 16 - 24 rombel : 4 wakil, (SMP)
    e. 16 - 27 rombel : 4 wakil, (SMA/SMK) + WMM Sekolah yang sudah ISO 9001 da aktif)
    f. 28 - 46 rombel : 5 wakil (SMK) termasuk WMM (ISO aktif) dengan analisis rasionaldan sesuai kebutuhan nyata
5. Tugas tambahan yang diakui ekuivalen jam tatap muka adalah tugas tambahan yang dilengkapi dengan :
    a. Program Kerja
    b. Jadwal Pelaksanaan / Agenda Harian
    c. Laporan pelaksanaan
    d. Kelengkapan ruangan dan sarana prasarana serta, (Permendiknas No. 40 Tahun 2008)
    e. SK atau Sertifikat yang sesuai dengan bidangnya. (Permendiknas No. 35 Tahun 2010)

PEMUTUSAN PEMBAYAN TUNJANGAN PROFESI
1. Guru yang tidak dapat memenuhi kewajiban melaksanakan pembelajaran 24 (dua puluh
empat) jam tatap muka tidak mendapat tunjangan profesi guru
2. Guru yang mengajar mata pelajaran tidak sesuai dengan sertifikat profesi pendidik
tidak berhak diusulkan utnk mendaptkan tunjangan profesi guru
3. Kepala sekolah bertanggung jawab penuh terhadap guru yang mengajar
di sekolah lain, dan minta bukti fisik keterlaksanaan serta tidak
mendelegasikan tugas tersebut pada pihak lain.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.